“Awalnya, dia hanyalah orang yang paling giat aku hindari. Pintu hatiku tertutup rapat, yakin bahwa ‘tidak akan pernah ada rasa’. Namun, ketulusannya lebih gigih dari keras kepalaku. Pelan tapi pasti, dia membuktikan bahwa cinta bukan tentang pandangan pertama, tapi tentang siapa yang tak pernah menyerah